Minggu, 13 Februari 2011

Fikom Unpad Datang pada Waktu yang Tepat

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) adalah institusi pendidikan yang sangat diakui keberadaannya. Baik muda hingga tua saat ini sudah begitu mengerti dan menerima keagungan nama Fikom Unpad. Hal ini sangat mendasar karena adanya kekayaan nilai sejarah Fikom Unpad dalam dunia ilmu komunikasi yang merupakan Fakultas Ilmu Komunikasi pertama di Perguruan Tinggi Negeri Indonesia.

Saya bangga menjadi bagian dari Fikom Unpad. Kebanggaan itu muncul semenjak usaha saya untuk melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi terbalaskan oleh Fikom Unpad yang menerima saya melalui Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran. Tumbuh kembangnya rasa bangga itu kian membesar dalam kurun waktu satu semester ini, apalagi ketika saya mendapat kesempatan untuk berperan aktif di dalam kampus baik selaku mahasiswa yang dipercaya dalam kegiatan angkatan, perwakilan kampus dalam lomba, hingga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dalam unit kegiatan mahasiswa.

Terpilihnya Fikom Unpad sebagai tempat bernaungnya studi saya saat ini memang bukan ungkapan hati pribadi pada awalnya. Kebimbangan di masa muda membuat saya sulit menentukan pilihan. Beruntung kedua orang tua selalu memberikan dukungan penuh dalam setiap pilihan saya. Berulang kali saya gagal menggapai jurusan yang saya inginkan, hingga akhirnya kedua orang tua melihat potensi dan ikut serta dalam pemilihan jurusan yang tepat terhadap anak bungsu dari tiga bersaudara ini. Selain itu, Fikom Unpad yang dulunya Fakultas Publikasi (Fapub) adalah kampus idaman ibu saya. Oleh karena itu, suatu kebanggaan pribadi tentunya bagi saya jika cita-cita ibu saya dapat tercapai oleh saya.

Saya berasal dari Rangkasbitung, suatu kecamatan yang kini sedang berkembang di Provinsi Banten. Rangkasbitung tidak memiliki banyak sumber daya manusia yang cukup tinggi baik secara kualitas dan kuantitas. Kenyataan ini turut mendorong motivasi saya untuk tetap menjunjung tinggi pendidikan terbaik bagi hidup saya yang kelak pasti akan berdampak positif bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat sekitar.

Pada awal masuk Fikom, saya hanya mengetahui Hubungan Masyarakat dan Jurnalistik yang kemudian menjadi kebimbangan bagi saya untuk memilih. Namun ternyata masih ada Manajemen Komunikasi dan semoga dengan adanya Pengantar Ilmu Manajemen Komunikasi ini dapat memberikan gambaran serta membantu saya untuk memilih jurusan yang tepat.

Kini saya sangat menikmati kuliah di Fikom Unpad. Tidak ada kata yang pantas selain kata syukur kepada Allah swt yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada saya. Semoga pilihan saya untuk menuntut ilmu di Kampus ini merupakan suatu pilihan terbaik bagi hidup saya dalam menggapai cita-cita dan menaklukan masa depan.

                                                #tugas Pengantar Ilmu Mankom

Minggu, 05 Desember 2010

Ganesha Vs Hepatitis





Ini hanya naratif fiktifyang begitu konsumtif bagi mahasiswa aktif maupun pasif dalam masa-masa produktif nan inisiatif. kisah tanpa naskah terarah namun dapat merubah paras wajah anda memerah serta bibir anda terasa gerah. pastikan aku berada di sebelah kanan anda agar keamanan dan kenyamanan anda terjaga hingga segala pertanyaan tak akan mampu tersisa.

...

anda adalah orang berwibawa walau kadang mudah teradu domba. anda menawan walau kadang alam fikir anda ada di atas awan. dilihat dari cara berpakaian, anda memesona. dilihat dari kecerdasan, anda berkharisma. wajar..jika anda belajar melebihi waktu para pelajar di dunia belajar, hingga banyak penatar emosional gentar dan kesal akan kesempurnaan anda yang kini membawa anda dalam masalah besar. keluarga cendana hingga hamengkubuwono dari kerajaan Yogja pasti menghargai anda di atas rata-rata akan status anda. mnimba harta dunia melalui lembaga bersestetika logo dewa ganesha yang seakan memperindah gaun anda sebagai mahasiswa. kini kaum cendikiawan dan kaum pinggiran bisa anda anggap sebagai teman, tapi kejahatan selamanya akan menjadi lawan. kini ia sudah dimanipulasi oleh berbagai fiksi, termasuk di dalamnya penyakit hati. iri, dengki, dan berbagai rasa benci tidak nampak secara pasti, namun kini sudah berubah wujud menjadi virus hakiki. hepatitis.

...

keluarga hepatitis kini mulai menunjukan kemampuannya dalam menyampaikan sinyal kebencian. dimulai dari hepatitis A, si sulung yang paling lama dikenal oleh dunia. hasilnya gagal total, sebagai keluarga hepatitis paling ringan, hepatitis A kewalahan menghadapi kampus ganesha yang memiliki tingkat kebersihan yang mengagumkan. tinja yang menjadi senjata bagi hepatitis A tidak ada di kawasan lindungan kampus ganesha. untuk kau keluarga hepatitis, Kau pikir dewa buang tinja dimana-mana hingga memudahkan mahasiswanya terkena hepatitis begitu saja?. kini anda tersenyum masam tanda merasa aman.

...

menlihat hal itu, si adik terganggu dan tak ingin masalah ini cepat berlalu. hepatitis B sebagai anggota keluarga hepatitis kaum elit dan penyebarannya agak rumit mulai membelit keadaan. tapi apakah dewa ganesha membiarkan masalah ini berbelit? tana berlaga ala satria, sang dewa hanya cukup menyediakan sarana ibadah mewah bagi kaum adam dan hawa. begitu megah. tak pernah leleah menyediakan waktu untuk beribadah. kini hepatitis B mulai menyerah. adanya syariah terjunjung tinggi sulit rasanya menemui pecandu narkoba maupun pemandu mitraseksual guna dijadikan sarana dalam penyerangannya. Hepatitis D juga menganga melihat sang Kakak, karena selama hdup di dunia ini ada hepatitis D hanya berperan sebagai gulma yang menambah daya serangan Hepatitis B. Anda kembali tersenyum, kini lebih lebar karena kejahatan terlihat lebih jauh dari titik terang.

...

Hepatitis C mulai mengulik untuk memutar balik kendali dengan menggunakan senjata menarik yang sudah cukuo terkenal di kalangan apotik dan suster-suster cantik yaitu oenyakit hati alkoholik. lagi-lagi anda tersenyum, atau mungkin saat ini tertawa? karena merasa itu adalah hal yang tidak begitu bahaya. jangankan untuk mendekati minuman beralkohol, untuk mendekati wanita bahenol saja itu sudah konyol. di tengah sejuta tuntutan pelajaran dari ganesha, mahasiswa merasa jika 24 jam hanya cuma-cuma bila digunakan untuk perihal sia-sia seperti itu saja. hepatitis C menutup mata dan berharap penuh pada sisa-sisa keluarganya.

...

uh... keluarga hepatitis nampaknya mulai pasrah dan gelisah. si bungsu hepetitis E sama sekali tidak dapat berbicara apa-apa. hepatitis E hanya terdiagnosa jika seseorang telah mendapatkan gejala hpatitis namun tidak termasuk kedalam hepatitis A, B, C maupun D. anda tertawa terbahak-bahak seakan baru saja mendengar penulis melawak.

kisah ini belum usai, walaupun matahari seakan tidak lagi menyinari hati sepi keluarga hepatitis. berkat dukungan sentuh dan rindu penyakit sekitar, tumbuh satu jenis hepatitis lagi. Hepatitis G namanya.Wikipedia dan dunia massa belum mengetahui secara merata akan hepatitis ini. eksistensi k\dan konsistensi yang mereka ingini. hepatitis seakan hidup kembali di tanah ganesha. kini giliran anda dan teman-teman mahasiswa yan harus waspada.

tak usah menatap curiga tulisan dihadapan anda dengan kerutan kecil di atas mata, sekarang ajak saja kawan anda untuk mencari tau lebih banyak fakta yang kemudian dapat anda jadikan bahan penelitian untuk membantu aku yang terkena murka hepatitis dusta ini.

munking kata "kami" lebih tepat, dari pada "aku"

Selasa, 23 November 2010

Hidupku kini menjadi sinetron

bukan sinetron mungkin.
tapi FTV.
yang suka ada di SCTV itu.
hadeuh..........


hey kamu...
pemeran utama dalam hidupku saat ini,
mau mempermainkan aku??
atau menguji semua apa yang aku janjikan?
bagus...
penyesalanku tidak ada artinya,,
kasih sayangku terasa sia-sia...
tapi akan ku buktikan,,,
bahwa akulah Arjuna..... AaAAaaa...
yang mencari Cinta.....,,..
Wahai Wanita,,.,., AaaaAAaaa
cintailah aKu...,,,.uuu uuuUu uuuu
uu' uu' uu'
aishiteru.,,,

*lho..malah nyanyi..???
:)

Rabu, 29 September 2010

Tugas Public Speaking 29sept2010,,21:01


Rizky Bachrudin
210 110 100 181
Kelas E


Saya sama sekali tidak mengetahui mengapa Ayah saya memberikan nama Rizky Bachrudin kepada saya, namun yang saya tahu pasti bahwa arti dari nama saya adalah suatu pemberian dari Allah swt yang dapat diibaratkan sebagai lautan agama. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara yang semuanya berjenis kelamin laki-laki, saya termasuk orang yang manja karena sikap ketergantungan saya terhadap keluarga dimana saya terlalu terbiasa mendapatkan canda tawa maupun suka duka bersama orang-orang terdekat. Kedua orang tua saya merupakan Pegawai Negeri Sipil yang sudah mengabdi kepada Negara selama puluhan tahun sehingga dapat dikatakan sebagai senior dalam dunia kerjanya. Kearifan mereka dalam dunia PNS membuat seluruh putranya terbujuk untuk menggeluti dunia yang sama pada nantinya, walaupun kini saya dapat mengatakan bahwa banyak hal yang dapat membuat saya untuk mencari hal yang berbeda untuk masa depan saya.
Dilahirkan di suatu kota kecil di Provinsi Banten memang sedikit membuat saya kurang percaya diri ketika bergaul bersama teman-teman yang berasal dari kota-kota besar di Indonesia, namun saya dapat menjadikannya suatu kebanggaan tersendiri ketika suatu saat nanti saya dapat memperkenalkan nama Rangkasbitung kepada orang-orang di sekitar saya. Berat terasa untuk mengatakan hal itu di depan umum karena saya adalah satu-satunya orang yang dilahirkan di Rangkasbitung dalam keluarga besar saya.
Masa-masa SMA saya nikmati di SMA N Cahaya Madani, suatu sekolah yang berada di bawah kaki gunung karang dan bersistem Boarding School dimana seluruh siswa dipantau selama 24 jam oleh seluruh staf pengajar. Sekolah yang terbilang baru karena saya adalah lulusan akademi Cahaya Madani yang ke-3 sehingga saya merasa turut ikut serta dalam membangun citra yang baik bagi sekolah. Tampat dimana saya lebih mengenal sedikit lebih dalam mengenai arti agama, bahasa dan tata karma di dunia. Oleh karena itu, kini menjadi kewajiban saya untuk tetap menjaga nama baik almamater SMA tercinta.
Terdaftarnya nama saya dalam daftar nama mahasiswa baru Fikom Unpad 2010 merupakan suatu wujud kerja keras Ibu saya dalam mencari masa depan yang lebih baik bagi anak bungsunya ini. Berkali-kali gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi, membuat cita-cita saya untuk masuk dunia statistika kandas secara perlahan dan orang tua saya mulai memutar otak untuk mencarikan jurusa yang tepat. Mulai dari bimbingan konseling hingga tes psikotes saya ikuti untuk mengurangi beban kedua orang tua saya hingga akhirnya hasil psikotes memberikan gambaran bahwa saya lebih tepat melanjutkan studi di dalam ilmu sosal. Terpilihnya Ilmu komunikasinya sebagai tempat saya bernaung sekarang ini karena perkataan Ibu saya yang menyatakan bahwa masuk Ilmu Komunikasi Unpad merupakan salah satu mimpi Ibu saya dulu dan saya berjanji untuk belajar dengan baik guna membalas segala pemberian serta tanda terima kasih kepada orang tua yang telah memfasilitasi hidup saya hingga kini dan sebagai tanda syukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang telah diberikan untuk terus belajar. Suatu kesempatan yang sangat sulit didapatkan oleh orang-orang di luar sana.

Minggu, 25 April 2010

Allahummaj'alna minannajihin wal mumtazin..

amien,,,...

Rabu, 13 Januari 2010

UN 2010?

orang bodoh kalah sama orang pintar.


orang pintar kalah sama orang rajin.


orang rajin kalah sama orang yang berstrategi.


orang yang berstrategi kalah sama orang yang beruntung.

Minggu, 08 November 2009

MIMPI

"orang cerdas adalah orang yang bermimpi ketika sadar, bukan orang yang bermimpi ketika tidur."    


 

Berontak. Mulut bergejolak, aurat meloncat dalam debat hebat. Hupfft… bahasa Inggris bagai linggis melewati telinga hingga teriris dengan kata-kata tak manis. Masih menggunakan almamater hitam asli sendiri, masih tegak berdiri, dan masih mengasah otak agar bergerigi.

    Hufft… untung hanya mimpi. Mimpi di awal November ini. Tapi itu mimpi malam sunyi dan tak ingin ku lampaui tanpa puisi dari putri. Terlalu indah untuk dilalui dengan matahari. Belum sempat fajar menegur, imajinasi sudah ngelantur. Neuron salim berbentur seperti catur tidur. Tapi mimpi-mimpi lain ikutbermain dan membuat mesin pencetak kombantrin. Bukan karena cacingan, tapi karena impian. Menawan memang, dan akan ku lawan untuk menang!!!

    3 November 2009, ketika aku berseteru dengan segala problematikaku dalam menatap buku, kupu-kupu datang dan berlalu. Ku sambut senyum beku tuk menendang waktu. Hiingga waktu dzuhur, alip datang dengan kabar menghibur. Semifinalis LJPS 2009 kembali membaur dalam deretan lomba yang ku tegur. Lalu bagaimana caranya agar aku tak terbentur dan terus maju untuk bertempur guna menggapai PESTA SAINS yang masyur namun tak lupa untuk bersyukur?

    Belum habis sampai situ, ustadzah opa menyalip dengan jitu. Surat undangan dengan banyakny tanda tangan yang menjadi teman-temana di dalam satu kesatuan. FLP mengundang CMBBS untuk mengutus siswa yang berpikiran lurus dan berhati tulus dalam mengeluarkan jurus-jurus pembuatan cerpen yang bertema bagus "cinta kasih kepada ibu/problematika remaja".

    Mampus….khayalanku meletus dan wajahku makin ketus seperti kakus. Hidup bagai kaktus tertusuk jarum kehidupan dalam satu siklus. Tapi walau berbeda masih ada mimpi bahagia di Idul Adha. Masih dalam fase menjomblo selama 40 hari tanpa ibu tercinta dan kakak tertua. Kupat sebagai makanan idola mungkin tak tersedia jika aku tidak bercerita dan mencari berita dimana dui berada. Hanya drama dalam hidup yang berirama. Eventually, Idul Adha kan ku lalui di Paris van Java. Saatnya bunglon kembali beraksi!, wajah belum seksi, tapi para saksi ada untuk memotivasi dan prestasi akan ada sebagai bukti.